Penjaminan Mutu

Penjaminan mutu pada prodi dilakukan dengan membentuk Gugus Kendali Mutu (GKM) di tingkat prodi yang berperan penting sebagai perpanjangan tangan BAPEM Fakultas dan LP3M Universitas yang bertugas untuk memonitor dan menjamin terlaksananya proses akademik dan non-akademik dengan baik sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan. Lembaga-lembaga ini terus melakukan upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu pada level program studi, fakultas dan universitas. Pelaksanaan penjaminan mutu pada prodi dilakukan dengan model PPEPP (Perencanaan Mutu, Pelaksanaan Mutu, Evaluasi Mutu, Pengendalian Mutu, Peningkatan Mutu). Model PPEPP atau dulu dikenal dengan PDCA ini dipilih karena memungkinkan terjadinya kaizen atau peningkatan, perbaikan, dan pengembangan berkelanjutan (continuous quality improvement) yang didorong dari dalam (internally driven).

 A.  Perencanaan/ Penetapan Mutu

Perecanaan/ penetapan mutu (Plan) dilakukan dengan penyusunan dokumen mutu dan penetapan standar mutu yang untuk mewujudkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang dilakukan oleh LP3M dan disetujui oleh rektor. Dokumen tersebut terdiri dari :

1.      Kebijakan Mutu Internal Universitas Andalas Tahun 2013-2017 (Kode: KM-00-00-01). Dokumen ini dituangkan dalam SK Rektor Unand No. 218/ tahun 2013 tentang kebijaksanaan mutu internal Unand. Dokumen ini menjadi dasar dalam menyusun standar, manual dan semua formulir Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) di Unand. Kebijakan Mutu ini terdiri dari 4 BAB dan 24 pasal ini memuat kebijaksanaan dasar yang dianut oleh universitas dalam menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan tinggi (pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat)

2.      Pedoman Sistem Penjaminan Mutu Universitas Andalas Tahun 2013-2017 (Kode: MP-00-00-05). Dokumen ini adalah acuan umum dalam mengimplementasikan SPMI di Unand. Pedoman Sistem Penjaminan Mutu ini terdiri dari 4 BAB yang memuat 1) SPMI Unand (ketentuan umum, ruang lingkup dan mekanisme pelaksanaan), 2) Organisasi Penjaminan Mutu Internal Unand, 3) Monitoring, Evaluasi dan Tindak Lanjut

3.      Standar Mutu Internal Universitas Andalas Tahun 2013-2017 (Kode: SM-00-00-02). Standar Mutu Internal Unand ini terdiri atas 17 standar dan 52 komponen. Masing-masing komponen memiliki beberapa pernyataan yang secara keseluruhan berjumlah 142. Standar tersebut adalah Identitas; Kurikulum; Proses; Evaluasi; Suasana Akademik; Kemahasiswaan; Kompotensi Lulusan; SDM; Sarana dan Prasarana; Sistem Informasi dan Komunikasi; Pembiayaan; Pengelolaan; Penelitian; Pengabdian kepada Masyarakat; Kerjasama; Kode Etik; dan Standar Keamanan, Ketertiban, Kebersihan, Kesehatan dan Keindahan Lingkungan.

4.      Manual Mutu Universitas Andalas Tahun 2013-2017 (Kode: MM-00-00-03) merupakan pedoman dalam penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian dan peningkatan mutu internal. Dokumen ini digunakan sebagai acuan bagi pengembangan manual mutu internal tingkat fakultas, penyusunan Spesifikasi Program Studi (SP), penyusunan Manual Prosedur (MP) serta penyusunan Instruksi Kerja (IK) pada tingkat program studi dan satuan kerja lainnya

5.      Manual Prosedur Universitas Andalas Tahun 2013-2017 (Kode: MP-00-00-04): merupakan instrumen untuk merekam dan mengendalikan hasil pelaksanaan standar mutu internal. Manual prosedur ini meliputi dokumen seperti: Spesifikasi Program Studi, Buku Panduan (akademik, tugas akhir, kerja praktek, penelitian dan pengabdian masyarakat, dll), Prosedur Operasi Standar dan Intruksi Kerja, dll

B.  Pelaksanaan Mutu

Setelah dilakukan penetapan mutu maka tahapan selanjutnya adalah pelaksanaan (Do) mutu tersebut oleh setiap elemen yang terlibat pada prodi. Monitoring mutu kemudian dilakukan secara rutin oleh pimpinan prodi dan dengan melaksanakan rapat prodi.

C.  Evaluasi Mutu

Evaluasi pencapaian mutu dilakukan dengan melaksanakan proses audit yang dikoordinir oleh LP3M. Auditor mutu internal yang telah ditunjuk dengan SK rektor melakukan proses audit mutu prodi secara berkala setiap tahun dengan memakai dokumen Instrumen Audit Mutu Internal Program Studi S1 yang terdiri dari 99 butir standar. Dengan instrumen audit mutu ini dapat dinilai keadaan prodi berdasarkan bukti-bukti yang ada. Instrumen ini yang menjadi ruang lingkup audit prodi Teknik Mesin. Standar yang diaudit meliputi:  
-    Standar 1. Identitas (2 Komponen dan 9 butir standar)

-      Standar 2. Kurikulum (3 komponen dan 10 butir standar)

-      Standar 3. Proses (4 komponen dan 16 butir standar)

-      Standar 4. Evaluasi (3 komponen dan 9 butir standar)

-      Standar 5. Suasana Akademik (1 komponen dan 3 butir standar)

-      Standar 6. Kemahasiswaan (3 komponen dan 12 butir standar)

-      Standar 7. Lulusan (3 komponen dan 9 butir standar)

-      Standar 8. SDM (4 komponen dan 6 butir standar)

-      Standar 9. Sarana dan Prasarana (2 komponen dan 8 butir standar)

-      Standar 10. Sistem Informasi dan Komunikasi (1 komponen dan 1 butir standar)

-      Standar 11. Pembiayaan (1 komponen dan 3 butir standar)

-      Standar 12. Pengelolaan (4 komponen dan 4 butir standar)

-      Standar 13. Penelitian (2 komponen dan 6 butir standar)

-      Standar 14. Pengabdian Masyarakat (2 komponen dan 2 butir standar)

-      Standar 15. Kerjasama (2 komponen dan 2 butir standar

-      Standar 16. Kode Etik (tidak diaudit diranah prodi S1)

-      Standar 17. K3, Kesehatan,Keindahan Lingkungan (1 komponen dan 1 butir standar)

 Hasil audit mutu yang berkaitan dengan 17 standar yang diaudit (kecuali Standar 16) dibuat peta mutu yaitu diagram radar yang memuat skor dari masing-masing standar. Disamping itu, hasil dari audit mutu internal ini adalah temuan audit (butir-butir standar yang dilaksanakan tidak sesuai atau tidak sama sekali dilakukan) dan permintaan tindakan koreksi (PTK) yang memuat beberapa butir standar yang menyimpang dan perlu mendapat perhatian prodi untuk diperbaiki. prodi Teknik Mesin setiap tahun diaudit sesuai dengan instrumen yang LP3M Unand kembangkan dan telah mendapatkan hasil skor mutu setiap tahunnya.

 D.     Pengendalian Mutu

Didalam berita acara PTK diberi waktu maksimal 1 tahun sebelum dilakukan audit selanjutnya untuk melakukan tindakan koreksi. Prosedur audit yang standar dilakukan di Unand adalah melihat hasil temuan dan PTK audit tahun sebelumnya apakah sudah ditindaklanjuti oleh prodi. Dalam Management Meeting, dan dalam surat menyurat melalui email grup dosen dan pimpinan, Dekan selalu menekankan hasil temuan audit untuk dijadikan proker tahun berikutnya. Sebagai contoh : Email Dekan FTUA per tanggal 13/07/2015 yang ditujukan ke milis dosenteknik untuk selalu menyusun anggaran berbasis temuan audit yang ada (email melampirkan hasil temuan audit). Salah satu tindakan lanjut yang nyata adalah program insentif akselerasi publikasi internasional yang dianggarkan Fakultas Teknik untuk memperbaiki jumlah publikasi internasional dosen.   

 E.     Peningkatan Mutu

Untuk sementara karena belum mencapai siklus 5 tahunan terhadap standar mutu yang dikembangkan (2013-2017), maka belum selesai proses peningkatan mutu yang berkesinambungan (continous improvement)

Untuk dokumen instrumen penjamina mutu dapat diunduh disini.

Agenda Kegiatan

No events